Aku hanya berfikir konsekuensi
sekian lama aku ta pernah akur dengannya.
tepatnya, aku selalu mengecewakannya!
entahlah, kawanku dari seberang mengajarinya.
dulu mereka berkata " hidup itu untuk kesenangan.bersenanglah karenanya..usah kau pedulikan waktu.dia ta'kan membunuhmu"
bodohnya, kuikuti saja.
benar saja, aku selalu merasa menjadi pemenang ketika mengelabuhinya, setelahnya, aku menjadi manusia baik.
kawanku senang mendengarnya, bertambahlah kasih darinya
orang orang juga, mereka kian akrab padaku. dimintanya aku ini itu, mereka bahagia
jika sudah begitu, bahagiaku ta terkira...
lama, aku menjalani yang itu itu saja
kebaikan demi kebaikan aku susun, hampir membentuk kerajaan. tidak ada yang salah bukan?
(aku lupa, dengan demikian itu aku semakin sering mengecewakannya, bahkan menyakiti)
hiya, dia telah sekian lama sakit olehku
gilanya, aku selalu berkesah pada Tuhan "kanapa hanya Kau beri 24 jam saja untukku?"
aku ta'kan sanggup menyelesaikan kebaikan itu. dan mimpiku kian menggunung...
tanpa ku tahu, dia membuat rencana untukku...
diberinya aku lelah, ta berkesudahan
aku marah...
orang orang membelanya, dengan cibiran padaku
aku semakin geram!! kenapa orang orang justru membelanya.bukankah selama ini aku baik pada mereka??
(malaikat menertawaiku "mana ingat mereka akan itu" )
lain waktu, diberinya aku lupa.
aku menyesal telah menanggalkan janjiku pada bintang.ini akibat dia menghukumku..
saat lelahku yang kesekian, aku merenung...
sedemikian marahnya kah dia padaku, atas pengkhiatanku padanya?
.....
Tuhan menjawabnya
dikirimnya guru kepadaku, untuk mempelajari karakter dia
guru itu santun, baru kukenal dua hari yang lalu.dibukanya kitab Tuhan agar ku lebih yakin
beliau menjelaskan, betapa berartinya hidup jika bersahabat dengannya
dia adalah perjalanan, padanya, akan dituntunnya kita pada tujuan hidup yang sebenarnya
dia adalah juga kawan, yang dengannya kita ta sendiri menjejak kisah
dia terus melaju, ta bisa kau ajak kembali ke saat yang telah berlalu, hanya terkenang
Tuhan memberikannya padamu, pada semua mahluq yg Dia cipta
coba kau ingat, kata guruku
"adakah kau bersahabat dengannya?" karena dia juga bisa jahat padamu."kamu pun ta'kan tau sampai kapan bisa memiliknya"
guruku berkisah tentang gadis serupa denganku.sama egoisnya denganku, seolah apa yang telah Tuhan beri adalah miliknya seutuhnya, bebaslah ia mengatur semua yg memang miliknya. diakhir kisah, aku bergidik.
gadis itu mati, oleh perkataannya sendiri. tanpa sempat berucap maaf pada Sang pemilik segala aturan
.....
........
...
itu aku,
aku yang telah diberiNya waktu, ta pernah menghargainya
diberiNya aku waktu yang cukup, ta kusyukuri, ku khianati
malah kuminta perpanjangan atasnya
ku lalaikan ia, hingga menegurku
ta kuacuhkan
ku khianati ia, hingga menghukumku,
masih ta ku perdulikan
bukankah aku butuh dia untuk perjalanan panjangku?
aku masih ingat, waktu menegurku dengan lelah.sesekali menghukumku dengan sakit.atau mencibirku dengan lupa.aku ingat....
aku takut, dia akan melibatkan Tuhan untuk mengganjarku..
disaat aku tiada persiapan
02 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar