Aku bukan penggila buku. Bagaimana mungkin, membacanya saja aku selalu tertidur...
Entah karena apa aku tertarik pada novel remaja yang waktu itu aku pinjam dari kakak kelas semasa SMA. Judulnya "Balada Si Roy : Avonturir". Novel itu pas benar dengan gejolak ABG di jamanku, dan aku salah satu yg ikutan mendeklarasi diri sebagai penjejak muda yang berhasrat menaklukan gunung dan menjelajah rimba. Waktu itu.
...Duh ternyata, novel itu berseri (kumpulan cerpen Kang GG yg dimuat dmajalah HAI). aku buru serial kelanjutannya. Dasar nekad, kerna jatah saku selalu habis buat jalan jalan, akhirnya aku pinjam paksa dari perpus sekola. Yaiyalah, modal paksa, kerna terpaksa novel itu dengan memaksakan hati ta pernah kukembalikan lagi ke perpus :) habis waktu bergilir untuk kawan-kawanku.
Si Roy menginspirasi para penjelajah muda waktu, ta terkecuali aku. seperti menjadi "buku wajibnya pendaki gunung" komentar kang GG di salah satu bukunya. sempat menyita khayalanku, tentang Surya Kencana, kota Banten, dan Mahameru. jejakku makin ta terhentikan.
Ya seperti obsesi, aku turuti jejakku berwisata dari gerbong ke gerbong, singgah di satu stasiun ke stasiun berikutnya, berjejal dengan pengamen dan penjaja asongan, hingga kami berteman singkat selama perjalanan. Subhanalloh, untuk nikmat yang ta terlupakan ini. Aku berhasil menjejak bumiNya seperti Roy mengajakku saja, meski belum seberapa
Sekarang, aku telah menemukan identitasku..Lebih banyak mengenal, sehingga harus terus belajar. kira kira begitu.
Dan ekarang, aku bukan ABG lagi. tapi berasa seperti ABG lagi ketika dalam satu kesempatan aku dapat bersapa kang GG :) Subhanalloh, nikmatMu ta kubantahkan. Alhamdulillah buku-buku Kang GG masi ada yg tersimpan sebagai koleksi perpus mini Unyiel, disudut ruangku. berjajar dengan kumcer KKPK karya Nabila, putri beliau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar