25 Mei 2009

Nyatanya Aku penggemar Gola Gong

Aku bukan penggila buku. Bagaimana mungkin, membacanya saja selalu membuatku tidur. Entah sebab aku tertarik dengan satu novel yang berjaya waktu itu. 12 tahun silam, aku meminjamnya dari kakak kelas SMAku. judulnya "BALADA SI ROY : Avonturir" . Novel ini pas benar dengan gejolak ABG di jamanku, dan aku juga ikut aja memdeklarasi diri sebagai salah satu penjejak muda dengan hasrat membuncah untuk menaklukkan gunung dan menjelajah rimba. Waktu itu.

...Duh ternyata, novel itu berseri (kumpulan cerpen BSR yang dimuat dmajalah HAI). aku buru serial itu, meski dengan cara yang agak maksa pastilah Maksa, kerna dengan terpaksa aku memaksakan hati untuk meminjamnya dari perpus sekola dan ta pernah kembali lagi pada tempatnya (apakah itu namanya? ) akibat uang saku ta bersisa utk berkeliling. jadilah serial itu bergilir dari kawan satu ke lainnya (sebetulnya kawan satu sekola pula akhirnya yg turut menikmati)

Si Roy menginspirasi para penjelajah waktu itu, ta terkecuali aku. sensasi bertualang ala Roy sempat menyita khayalku, tentang suryakencana, tanah Banten, dan Mahameru. hasrat menjejakku makin ta terbendung. jadilah aku beravonturir kecil menyusur kotaku setiap weekend, bersama sobat karibku. Lain waktu kususuri gerbong demi gerbong, singgah satu stasiun ke stasiun berikutnya, melewati malam dengan dendang kehidupan anak jalanan. Berbincang pada waktu, menikmati pertemanan singgat dengan pengamen kereta dan penjaja asongan. Ta lupa kuabadikan kenangan disetiap perpisahan dengan mereka. Subhanalloh nikmat ini ta terlupakan

Kini waktu'ku menikmati waktu yg selebihnya. Aku telah mengenal lebih banyak tentang identitas yg dulu terselip dalam kisah. Aku bukan lagi ABG yang mencari identitas...

Lucunya, aku seperti menjadi ABG lg demi meluapkan keharuanku dapat bersua dengan GG di satu waktu . Alhamdulillah Alloh masi memanjangkan umur utk bersilaturahmi..

serial BSR walau ta komplit lagi sekarang berjajar dengan koleksi novel Gola Gong yang lain serta serial petualangan dan kisah inspiring lainnya. 12 tahun setelah aku mengoleksi karya kang GG, berjajar pula cerpen dari putri Beliau, Nabila Nurkhalisah.

Subhanalloh, nikmatMu ta kubantahkan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar