18 Oktober 2009

Eyang Puteri dan Aku



Engkau ibuku, eyangku..
dititipkan bukan dalam rahimmu, kau mengasuhku
dicintaimu, aku..

Kau, suamimu, dan aku.
Ibu, Bapak, dan aku
tak seperti mereka pergunjingkan..
tentang kita

Aku, Bunda, dan ayah tak pernah ada meski wujudnya dekat

Engkau eyangku, ibuku..
yang kutahu hanya itu !
halus tanganmu menimangku,
peluh seharian demi memberiku susu.
hingga kini tak ada setitik ragu, untuk memanggilmu Ibu

Hari ini bahagiaku, Ibu..
Dia mempersuntingku dengan sederhana
seperti kau ajari aku serupa
Lihatlah,...
semuanya kau susun dengan rapih
perayaan kecil, namun khidmat

hari ini, bahagiaku...
suamimu menikahkanku, meski tak sememangnya

Dia suamimu, bapakku...
yang kuingini hanya itu.
karna ayah tak pernah nyata untukku, meski raganya dekat.

Mulai hari ini, aku akan terus membahagiakanmu
aku, dan dia yang kelak akan kau panggil juga dengan "nak"..

Engkau eyangku, ibuku..
biarlah tetap begitu

*14 Oktober 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar