Langit, aku memanggilmu dan kamu panggil aku Lilin. kerna katamu aku cengeng, padahal pendar cahyaku bs menenangkan. aku suka, memanggilmu langit kerna bersamamu, aku lihat warna kehidupan. bintangmu mengerti gundahku, dan awanmu menjagaiku. sesekali kita ketawa menyaksikan polah angin yg konyol.
sebetulnya aku ingin menjadi yg lebih besar dr lilin. lampu, atau bintang saja. tapi tetap kamu menyukai ku sebagai lilin. "cukup lilin." katamu, "biar kamu tak menjadi rakus dg yang dikodratkan padamu"..ku suka penjelasanmu. :)
Lilin dan Langit,
awalnya kita adalah bintang 3. kamu ingat, Langit?
kamu bintang kanan, aku bintang tengah, dan bintang kiri kawan kita. kita bertemu oleh dendangan malam. perjanjian yg disaksikan rembulan, bahwa kita bersahabat. kekonyolan yang disuka ilalang di halaman kampus, sebab kita sok jadi orang sibuk di perhelatan kampus dan kantin, sayang tidak di kelas :)
kerinduan kini bergelayut. apa kabar ilalang yah? adakah pesan singkat kita tersimpan olehnya? kudengar mereka tergantikan oleh paving dan aspal. perjanjian kita terkubur
hhhhh...apa kabar Langit? ta kudapati jejakmu tertinggal...
kebangkitan itu ada, maka bangkitkan.
BalasHapusheuheuheu
aku temukan jejaknya..
BalasHapussamar, tapi masih kuingat garisnya..
sepertinya sudah mulai tersapu jaman
biar sajalah, hanya terkenang ;(