14 Agustus 2009

melangkah juga akhirnya,
menapaki jejak usang bersama kawan..
tak lagi sama memang, kerna hidup kini berpihak pada nasibnya sendiri.
betul, aku ingat. Kartini kecil menaklukan ego masa muda. enam hati yang berhasrat dapat membelai dingin Pangrango.
aku ada bersama mereka, di gerbong yang sama, periode silam. untuk pertama kalinya membelah hiruk pikuk metropolitan

aku datang wahai malam, untuk temukan kartini kecil..
ternyata yang tersisa hanya kamu, disudut kota itu.
ah, kawan...kita akan masih berkawan. aku yakinkan itu.
mungkin selanjutnya kita akan bersaudara.

kisahkan kerinduan padaku...
saat kita bergandengan dengan rembulan
senyum itu milik kita.
kamu tampar khilafanku, dan aku menangis

tak mengapa, bukti sayang itu ada...

hey,dimana ceria itu? mata bulat penuh warna
jangan bersedih, kutau kamu lebih tangguh dariku...

kemarilah, ku peluk engkau..
lihat, rembulan itu masih milik kita
simpan satu linca untuk keempat kartini kecil.
Tak usah kamu tangisi kehidupan, seperti kamu ajariku tangisan syukur...

Gramedia Matraman, 3 Agst '09
mengukir malam

1 komentar: