Rimbun, mewangi tambulapot disamping outletkuta berbuahpun, semerbak aromanya menenangkan. jika aktifitas pagiku ada dikitarannya
seperti pagi itu, si kecil menyapa ramah
seperti biasa, si bocah dalam gendongan embah berbagi senyum
seperti biasa, celotehnya, mamah ta kunjung terjaga memberiku susu..
Obrolan ta menunggu lama,
embah ngacir ketakutan eh si bocah berseru girang.
ternyata, ulil-ku sedang bersantap
Ulil hijau, di rimbunan tambulapot jeruk..
asik meliuk, maju mundur, bergerumut...
ta usalah kau takut, ia hanya bersantap
Ulil, sayangilah. kerna ia memberimu hikmah
dari wajah yg senantiasa menjijikkan bagi sebagian kita
akan mewujud kecantikan warna
pahamilah, ia sedang mengajarimu tauladan
ditampakkannya sebagian menjijikkan dari kehidupan jikalah dihiasi kemalasan
seperti yang terkisah dalam dongeng sekolah "ulat-kepompong-kupu kupu"
dalam tirakatnya, terdapat upaya untuk hijrah menuju kemuliaan hidup
Dan disukailah ia,
kepak sayap yg memesona kita, sirnalah hasrat menyingkirkan ia..
lenggak lenggok mengabarkan bahagianya terlepas dari belenggu yang menjijikkan
adakah tau, pelajaran syukur yg coba ia sampaikan?
Ulil-ku tidak serakah.menikmati adanya yang nampak dihadapan
Ulil-ku tidak tamak.mensyukuri setiap fase kehidupannya
dari ia,
aku dapatkan kemuliaan, seperti yang tertuang dalam ayatNya
Ulil-ku hanya makan, perhatikanlah !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar