04 Oktober 2009

Ulil-ku hanya makan, jangan takut !

Rimbun, mewangi tambulapot disamping outletku
ta berbuahpun, semerbak aromanya menenangkan. jika aktifitas pagiku ada dikitarannya
seperti pagi itu, si kecil menyapa ramah
seperti biasa, si bocah dalam gendongan embah berbagi senyum
seperti biasa, celotehnya, mamah ta kunjung terjaga memberiku susu..

Obrolan ta menunggu lama,
embah ngacir ketakutan eh si bocah berseru girang.
ternyata, ulil-ku sedang bersantap

Ulil hijau, di rimbunan tambulapot jeruk..
asik meliuk, maju mundur, bergerumut...
ta usalah kau takut, ia hanya bersantap

Ulil, sayangilah. kerna ia memberimu hikmah
dari wajah yg senantiasa menjijikkan bagi sebagian kita
akan mewujud kecantikan warna

pahamilah, ia sedang mengajarimu tauladan
ditampakkannya sebagian menjijikkan dari kehidupan jikalah dihiasi kemalasan
seperti yang terkisah dalam dongeng sekolah "ulat-kepompong-kupu kupu"
dalam tirakatnya, terdapat upaya untuk hijrah menuju kemuliaan hidup

Dan disukailah ia,
kepak sayap yg memesona kita, sirnalah hasrat menyingkirkan ia..
lenggak lenggok mengabarkan bahagianya terlepas dari belenggu yang menjijikkan

adakah tau, pelajaran syukur yg coba ia sampaikan?
Ulil-ku tidak serakah.menikmati adanya yang nampak dihadapan
Ulil-ku tidak tamak.mensyukuri setiap fase kehidupannya

dari ia,
aku dapatkan kemuliaan, seperti yang tertuang dalam ayatNya

Ulil-ku hanya makan, perhatikanlah !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar