25 Juni 2009

Mestakung

seperti biasa, buku ini blm selesai terbaca, tapi saya tahu buku ini 3th yang lalu dari kawan (lebih tepatnya abang) di purwokerto. Dikenalkannya buku ini pada saya ketika (bisa dibilang) semangat-semangatnya belajar jd pedagang. Dulu ngga yakin aja pada kemampuan selling, ngingat beberapa kali jualan, ya pulsa, ya baju, selalu tekor. karena salah hitung =) dipikir untung ternyata ancur. Bulan-bulan terakhir masa penelitian (demi gelar sarjana) saya manfaatkan buat dagang. kali ini agak konyol juga kalo diingat, saya jual hasil penelitian sendiri. lagi-lagi karena salah perhitungan. sisa bibit jamur tiram utk penelitian banyak berbotol-botol, sungguh sayang kalo dibuang begitu aja, ngingat perjuangan ngedapetinnya, hiks..

jadilah keluar tenaga agak ekstra, yang penting ga mubadzir bibitnya. dan siapa pernah nyangka, berkait dengan kondisi itu saya jadi rajin bangun waktu fajar. kawan sekost nyaman dengan bantal, saya berjuang menahan kantuk kirim jamur tiram segar ke pasar induk, di purwokerto..orangtua pun ngga ngira ijazah kelulusan saya terkais dari asa-asa yang terselip pada pedagang sayur..

Subhanalloh, nikmatMu tak terlukiskan...

Skripsi saya tentang budidaya jamur dinilai maksimal, pihak Fakultas dengan rela menghibahkan petakan lahan untuk budidaya jamur non-penelitian untuk saya kelola. Dan kebesaran Alloh, yang menggiring pengajuan proyek jamur saya goal di tingkat Dikti berkat saran dan bimbingan salah satu Dosen. Bersyukurnya saya, proyek itu goal saat saya sudah menanggalkan status mahasiswa. Artinya, proyek itu dijalankan oleh kawan-kawan yang masih aktif ngampus. Alhamdulillah, bisa sedikit berbagi pengalaman dengan mereka

...ternyata ini yang oleh abang saya jelaskan tentang fenomena mestakung. Mestakung diistilahkan oleh Prof.Yohanes Surya, Ph.D sebagai seMesTa menduKung. Istilah yang diambil dari konsep sederhana fisika, bahwa ketika sesuatu berada dalam kondisi kritis maka setiap pertikel disekelilingnya akan bekerja serentak untuk mencapai titik ideal. MESTAKUNG menempatkan masalah dan rintangan menjadi kondisi kritis yang mendorong kekuatan-kekuatan alam mendukung upaya mewujudkan mimpi. fenomena ini terjadi dimanapun dan pada bidang apapun, bahkan dalam kehidupan pribadi kita. Prof Yohanes merasakan fenomena ini bersama Tim Olimpiade Fisika-nya

hmm...sedikit tertangkap maksud dari penjabaran teoritis ini,

namun jika diingat, keajaiban sesungguhnya adalah ketika kita menyadari bahwa keadaan tersebut adalah berkah dari Alloh, (yang sepantasnya disyukuri) dan sebagian dari yang telah tercatat sebagai takdir kita. Bahwa alam semesta tidak bergerak sendiri, melainkan Alloh yang mengatur sedemikian cantiknya (jika kita mau mempelajari hikmah didalamnya)

dan semakin banyak hmm...ketika merasakan kejutan-kejutan kecil dalam perjalanan saya belajar berdagang, Alhamdulillah, meski tak usai terbaca, buku penuh motivasi ini bisa terbaca oleh sebagian pelanggan Aisya Edukasi Kreasi, dalam scene indah berjudul " jual-beli"

2 komentar:

  1. inti dari buku itu beberapa tahun kemudian keluar kembali dari pengarang lain dengan judul "The Secret". dah pernah baca dhe??

    BalasHapus
  2. pernah denger tp lum prnh ktm lgsg ma tuh buku. tp pernah dijelasin ma tmn benang merah dr buku The secret versi indonesia :) judulnya Quantum Ikhlas. ngedengerinnya aja dshsyat mas, tp lg lg aku malas baca hehe...
    payah kosong bgt yah aku =(

    BalasHapus